Ternate dikenal sebagai pusat Kesultanan Ternate dan Kota Rempah yang memainkan peran penting dalam sejarah perdagangan dunia. Warisan budaya ini hidup berdampingan dengan warisan geologi dan biologi sebagai satu kesatuan identitas Geopark Ternate.
Benteng Oranje merupakan salah satu bangunan bersejarah yang menjadi bagian penting dari perjalanan Kota Ternate. Benteng ini berdiri sebagai saksi perkembangan Ternate pada masa perdagangan rempah-rempah, ketika wilayah Maluku Utara memiliki posisi strategis dalam jalur perdagangan dunia.
Tari Soya-soya menggambarkan semangat juang masyarakat Ternate, sementara Tari Tide-Tide menggambarkan nilai kebersamaan, keceriaan, dan interaksi sosial masyarakat Ternate. Kedua kesenian ini rutin ditampilkan dalam berbagai acara adat dan kunjungan wisata budaya.