Pulau Ternate terbentuk dari aktivitas Gunung Api Gamalama yang hingga kini masih aktif. Jejak letusan dari berbagai periode meninggalkan bentang alam vulkanik yang khas, mulai dari aliran lava, maar, tebing breksi, hingga endapan piroklastik dan paleotsunami. Keragaman geologi ini tersebar di 19 geosite yang menjadi bagian penting dari Geopark Ternate.
Beberapa geosite di Ternate merekam jejak letusan besar Gunung Gamalama, seperti aliran lava erupsi tahun 1907 di Tubo, erupsi 1737 di Batu Angus, dan erupsi 1763 yang tersingkap di Pantai Masirete dan Pantai Jikomalomo. Struktur lava pahoehoe di Sulamadaha juga menjadi bukti karakter erupsi efusif gunung ini.
Formasi unik lainnya meliputi Maar Tolire yang legendaris, tebing breksi di Togafo, endapan paleotsunami di Loto, hingga singkapan ketidakselarasan dan kekar lembar di kawasan Sasa. Di Pulau Hiri, keberadaan lava Mujiumajiko dan ignimbrit Gurabala Tomajiko melengkapi catatan sejarah vulkanik kawasan ini.
Lapisan piroklastik tebal yang tersusun dari abu panas dan bongkah batu, bukti runtuhan awan panas masa lalu.
Lapisan ignimbrite tebal dari runtuhan awan panas vulkanik, merekam aliran material panas yang luas.
Aliran lava tua di Pulau Hiri, menunjukkan ekspansi aktivitas vulkanik luar Pulau Ternate utama.
Deposit freatomagmatik kaya akan fragmen kaca vulkanik dan pasir, bukti kontak letusan antara air dan magma.
Kawah maar dangkal dengan karakter freatomagmatik, terbentuk oleh kontak antara air tanah dan magma.
Lapisan batuapung yang menunjukkan letusan eksplosif, biasanya terbentuk dari abu dan fragmen ringan.
Singkapan ketidakselarasan stratigrafi yang mengindikasikan perubahan lingkungan pengendapan sejak masa lalu.
Kekar lembar pada lava yang tergores dan terpisah, menunjukkan pendinginan cepat dan kontraksi batuan.
Sumbat lava yang mengisi saluran magma dan kemudian terangkat, memperlihatkan proses intrusi magmatik.
Areal lahar yang terbentuk saat aliran material vulkanik bercampur air, mengalir sampai pesisir dan mengubah lanskap.
Sisa aliran lava dari letusan 1907 yang masih menampilkan struktur basaltik keras dan lapisan lava beku.
Tebing breksi vulkanik dengan fragmen batuan beragam, merekam ledakan kuat dari aktivitas magmatik masa lalu.
Lapisan sedimen pantai yang menunjukkan jejak tsunami purba, penting untuk memahami sejarah bencana geologi.
Kawah maar freatomagmatik yang terisi air, terkenal dengan legenda lokal dan nilai ilmiah sebagai situs letusan air-magm...
Endapan lava dan material vulkanik dari erupsi 1763 yang masih terlihat di garis pantai barat.
Permukaan lava halus pahoehoe yang khas, menunjukkan aliran magma yang relatif lama dan efusif.
Aliran lava tua dari letusan 1763 yang mengubah morfologi pantai Masirete menjadi hamparan batuan vulkanik.
Formasi teras pantai yang terbentuk dari kombinasi endapan volkanik dan gerusan laut, mencerminkan dinamika geologi pesi...
Singkapan lava dan tufa hasil letusan besar 1737, nama Batu Angus muncul karena warna hitam pekat yang terbakar.